Kenali Resiko Packing saat Pengiriman Barang & Solusinya

Banyak faktor yang bisa menjadikan barang yang dikirimkan melalui ekspedisi rusak ataupun berkurang nilai ekonomisnya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya proses angkutan pemindahan barang yang dilaluinya untuk bisa sampai ke alamat tujuan. Baik itu ekspedisi darat, laut, udara, berikut beberapa faktor yang bisa menjadikan barang pengiriman rusak:

1. Rusak karena tekanan beban

Di era milenial ini banyak orang menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirimkan barang yang diinginkanya. Banyaknya pengiriman tersebut berdampak pada penumpukan barang yang bisa mengakibatkan terjadinya tekanan.

Jika packing tidak benar dan kurang kuat maka hal tersebut bisa berpotensi rusak barang yang ada di dalamnya. Jadi cara packing produk yang baik dan benar harus dilakukan agar barang yang dikirim bisa aman dan selamat sampai tujuan tanpa mengurangi nilai ekonomisnya.

2. Rusak akibat benturan atau goncangan

Sebelum proses pengantaran barang langsung ke alamat tujuan melalui kurir, barang-barang tersebut diangkut menggunakan mobil box yang berhenti di pos-pos atau gudang pengiriman tertentu. Nah, pada saat itu biasanya akan terjadi bongkar muat barang yang berpotensi jatuh atau benturan.

gudang penyimpanan paket kiriman

www.longroom.com

Terlebih jika pengiriman masuk ke pelosok-pelosok yang memerlukan bongkar muat lebih banyak, maka potensi terjadi benturan lebih besar. Hal inilah biasanya yang menjadikan barang rusak atau lecet. Maka packing yang kuat sangat penting.

3. Resiko akibat kelembapan udara

Salah satu resiko yang jarang diketahui adalah akibat kelembapan udara. Ada beberapa dampak akibat kelembapan yang terjadi di dalam kemasan produk yaitu timbulnya jamur, pengkaratan jika barang yang dikirim berupa logam,  terjadi konslet pada barang elektronik dll. Kelembapan terjadi karena suhu udara yang tidak menentu sehingga mengakibatkan udara di dalam packing mengalami lembab.

Jika Pengiriman Menggunakan Kontainer atau Mobil Box dengan kapasitas banyak biasanya menggunakan sicca dry sebagai penyerap lembab. Caranya cukup diletakan atau digantung pada bagian sudut kontainer.

Untuk mengatasi hal tersebut biasanya para produsen menggunakan silica gel untuk diletakan di dalam produk yang akan mereka kirimkan. Silcia gel akan mampu menyerap kelembapan yang terjadi di dalam kemasan, sehingga terbebas dari jamur dan dampak buruk lainya. Jika anda sering belanja online maka biasanya akan menemukan silica gel bungkusan kecil yang bertuliskan do not eat.

4. Resiko rusak akibat basah

Cuaca yang tidak menentu, lembab atau banjir bisa menjadi salah satu penghalang bagi proses pengiriman barang. Terlebih jika sedang terjadi banjir saat kurir mengantarkan ke lokasi, maka resiko barang terkena air menjadi lebih tinggi. Akibat terburuknya barang rusak akibat basah tidak bisa dihindari kecuali menggunakan packing yang rapat dan tahan air.

Dari berbagai kasus di atas, barang bisa berkurang nilai ekonomisnya atau rusak akibat pengiriman jasa ekspedisi. Hal tersebut bisa dihindari jika menggunakan material packing yang sesuai dan aman. Beberapa material yang di sarankan yaitu antara lain: kardus terbal, amplop, sterofoam, kertas kado, buble wrap, pallet kayu.

Gunakanlah proses packing yang baik dan benar sesuai jenis barang yang akan dikirim. Dengan demikian proses pengiriman ke alamat tujuan menjadi lancer, aman dan memudahkan aktivitas pengangkutan. Nilai barang pun tidak akan berkurang tanpa adanya kerusakan akibat proses tersebut.